TANAMAN BONSAI
Dapat hidup pada tempat dengan media terbatas (pot kecil).
Berumur panjang, puluhan bahkan ratusan tahun.
Pertumbuhannya lambat sehingga tidak cepat berubah.
Berdaun kecil, rimbun dan tidak mudah rontok.
Batang lebih cepat membesar dan tidak cepat meninggi.
Secara alami sudah memiliki bentuk yang indah.
Tahan dan mudah ditraining.
Merupakan tanaman berkayu (berbatang keras).
Selain syarat-syarat tersebut, ada beberapa jenis pohon yang memiliki kelebihan sebagai bakal bonsai seperti :........
Memiliki akar tunjang (sulur), seperti beringin.
Memiliki permukaan kulit (tekstur) menarik seperti pinus dan asam jawa.
Memiliki bentuk batang yang berliku, indah secara artistik-dekoratif seperti cemara udang.
Memiliki buah kecil yang berwarna warni seperti murbai, jeruk kingkit dan kemuning.
Memiliki bunga yang indah.
Media Tanam dan Pot
Secara umum media tanam bonsai adalah campuran pasir, tanah dan humus dengan perbandingan sama (1:1:1). Untuk tanaman tertentu yang memerlukan komposisi berbeda bisa disesuaikan. (DARIBERBAGAISUMBER).
TANAMAN KECIL, KERDIL TAPI MENARIK

Untuk membuat bonsai yang indah dan artistik diperlukan cita rasa seni yang tinggi, mengapa dikatakan demikian karena bonsai juga merupakan barang seni yang hidup. Untuk membuat bonsai yang indah memerlukan waktu yang cukup lama bahkan di training bertahun-tahun. Bonsai juga membutuhkan pemeliharaan khusus. Pemeliharaan dan perawatan yang asala-asalan akan menjadikan bonsai yang awalnya indah dan cantik akan berubah menjadi merana dan mati. Berbeda dengan barang seni yang lain yang tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Bonsai juga membutuhkan ........ pemeliharaan khusus. Pemeliharaan dan perawatan yang asala-asalan akan menjadikan bonsai yang awalnya indah dan cantik akan berubah menjadi merana dan mati. Disitulah letak kelebihan dari bonsai dengan barang seni yang lain. Ada bermacam-macam langkah dalam membuat bonsai yang indah ;
Pengerdilan
Tempat penanaman yang memeliki sedikit media ;Karena ditanam ditempat yang kecil d idalam pot, dalam lobang (rongga) batu karang, media tanam juga sedikit dan terbatas menyebabkan tanaman tidak banyak mendapatkan makanan atau unsur hara dan dengan sendirinya tanaman menjadi lambat berkembang dan tumbuh. Media tanam yang sedikit menyebabkan terbatasnya sumber makanan ini juga menyebabkan tanaman menjadi kerdil.
Pembuangan dan pemotongan tunas-tunas baru gunanya adalah untuk penyempurnaan bentuk dan mempercepat penuaan cabang sebelumnya. Tunas baru juga dapat dipertahankan untuk penyempurnaan bentuk yang kita inginkan. Bila tunas baru dibiarkan kemungkinan besar tanaman akan menjdi rimbun dan lama kelamaan akan kehilangan bentuk yang semula. Selain itu juga tunas baru akan cepat memanjang dan membesar tetapi lemah.
Penggantian media tanam dan mengurangi akar ; penggantian media dan pengurangan akar dilakukan pada waktu-waktu tertentu gunanya adalah untuk menghambat pertumbuhan dahan, ranting dan daun. Perlakuan ini misalnya dilakukan 1 x dalam setahun, namun ada juga mempercepat penggantian media dan pengurangan akar apabila kita lihat tanaman mulai kekurangan makanan dan banyak makin banyaknya akar yang melingkar didalam pot, hal ini bisa kita lihat dengan adanya perubahan dari tanaman.
Sinar matahari (ultra violet) juga mempengaruhi tumbuh kembangnya tanaman. Sinar ini juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman untuk itu tanaman diletakkan pada tempat yang tepat dan disinari matahari penuh. Tetapi ada juga tanaman yang tidak memerlukan sinar matahari secara penuh namun tidak banyak jumlahnya. (sumber : yuFFas) .
Ulat Binatang Pemakan Daun Bonsai

Selain hewan pengganggu seperti ayam, anjing, kucing dan ternak piaraan lainnya, bonsai juga harus terhindar dari berbagai jenis hama, antara lain kutu putih. Tak hanya itu, belalang dan ulat menjadi musuh utama para pebonsai, karena dua jenis hewan ini merupakan tipe binatang pemakan daun.
Akibatnya, daun tanaman bonsai yang selama ini diupayakan para hobiis untuk tetap hijau. Dalam sekejap habis dimakan, apalagi dua binatang ini dibiarkan berlama - lama ditanaman bonsai. Padahal sala satu sisi indahnya bonsai terletak pada daun, tanpa daun yang sempurna apresiasi orang terhadap bonsai pun tentunya buruk.
Untuk menghindari kerusakan daun ........ para hobiis bonsai disarankan untuk terus memantau dan mengamati setiap tanaman bonsai. Pengamatan ini bisa dilakukan pada saat menyiram, mereporting maupun pada saat sedang santai menikmati tanaman bonsai.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah melakukan penyemprotan tanaman secara rutin dengan obat pembasmi serangga. Namun cara ini sebaiknya dilakukan sesuai aturan can tatacara penggunaan yang ada dalam kemasan botol. ( john oriwis ) .
SENTIGI KOJA DOI

Beberapa waktu lalu kami ke Pulau Koja Doi, salah satu pulau yang ada di Gugusan Pulau Teluk Maumere. disana ada banyak pohon sentigi, tapi sayang tanaman itu selain diambil warga untuk kayu bakar juga dibabat oleh para pemburu bonsai sentigi.
Yang kami lihat tanaman ini dibabat habis, padahal sangat bermanfaat melindungi warga dari bahaya abrasi atau tsunami. Di Koja Doi sentigi hidup diantara tanaman bakau lain, dan berada paling dekat dengan daratan.
Jenis Tanaman Bonsai
Tidak semua jenis tanaman dapat dijadikan bonsai, taaman yang cocok adalah yang
memenuhi syarat :
1. Dapat hidup pada tempat dengan media terbatas (pot kecil).
2. Berumur panjang, puluhan bahkan ratusan tahun.
3. Pertumbuhannya lambat sehingga tidak cepat berubah.
4. Berdaun kecil, rimbun dan tidak mudah rontok.
5. Batang lebih cepat membesar dan tidak cepat meninggi.
6. Secara alami sudah memiliki bentuk yang indah.
7. Tahan dan mudah ditraining.
8. Merupakan tanaman berkayu (berbatang keras).
Selain syarat-syarat tersebut, ada beberapa jenis pohon yang memiliki kelebihan sebagai
bakal bonsai seperti :
1. Memiliki akar tunjang (sulur), seperti beringin.
2. Memiliki permukaan kulit (tekstur) menarik seperti pinus dan asam jawa.
3. Memiliki bentuk batang yang berliku, indah secara artistik-dekoratif seperti cemara udang.
4. Memiliki buah kecil yang berwarna warni seperti murbai, jeruk kingkit dan kemuning.
5. Memiliki bunga yang indah.
Media Tanam dan Pot
Secara umum media tanam bonsai adalah campuran pasir, tanah dan humus dengan perbandingan sama (1:1:1). Untuk tanaman tertentu yang memerlukan komposisi berbeda bisa disesuaikan, misalkan untuk jenis cemara (Juniperus) memerlukan 3 bagian pasir dan 2 bagian
humus. Pot merupakan bagian penting dari bonsai, harus ada kesesuaian ukuran, bentuk dan warna pot dengan bonsainya. Untuk bonsai bergaya tegak lurus dan tegak berliku cocok dengan pot dangkal berbentuk bulat atau persegi panjang. Untuk bonsai bergaya miring cocok dengan pot dangkal berbentuk persegi panjang atau oval. Untuk pot dangkal, tinggi pot kurang
lebih sama dengan diameter pangkal batang bonsainya. Untuk bonsai bergaya setengah menggantung dan menggantung cocok dengan pot tinggi berbentuk bulat atau persegi.
Perawatan
Seperti tanaman pada umumnya bonsai memerlukan perawatan meliputi penyiraman, penyiangan gulma, pemupukan, pergantian media tanam dan pergantian pot. Karena media tanam terbatas, maka unsur hara untuk bonsai harus dipenuhi dengan pemberian pupuk. Bila menggunakan pupuk anorganik, sebaiknya pakai pupuk lengkap berbentuk tablet (slow release)
seperti Dekaform, agar terhindar dari kelebihan dosis yang bisa berakibat kematian bonsai atau menggunakan pupuk daun seperti Gandasil dengan dosis setengah dari anjuran di kemasannya. Apabila media sudah mengeras, akar banyak melingkar di sepanjang pinggir pot dan pertumbuhan bonsai melambat, maka diperlukan pergantian media tanam bersamaan dengan pemangkasan akar. Setiap pemangkasan akar harus diimbangi dengan pemangkasan daun agar penyerapan air oleh akar berimbang dengan penguapan air lewat daun. Dengan perawatan yang benar dan teratur serta training yang berkesinambungan, maka terciptanya bonsai yang baik dan bernilai tinggi bukanlah suatu yang mustahil, bonsai akan berumur panjang, bahkan bisa lebih panjang dari umur pemiliknya. (Dari berbagai sumber)
GAYA DENGAN SARANG SEMUT

Bulan lalu kami ke Nita, disana kami mendapatkan informasi tentang tanaman sarang semut. jenis tanaman obat - obatan yang sangat laris di irian jaya sana.
kami lalu menelusuri dusun dan menempuh perjalanan yang cukup jauh dan panjang, letih dan penuh perjuangan memang. dan benar, tanaman sarang semut ini tumbuh banyak di atas dahan dan ranting pohon - pohon besar.
namun untuk mengambilnya tidak mudah, karena tanaman ini merupakan rumah bagi semut yang kalo jalan pantatnya naik ke atas. saya terpaksa harus sampai buka baju untuk bisa mendapatkan sarang semut, seluruh badan harus digigit semut.
liat saja di gambar....
BONSAI INDAH TAPI PENUH PERJUANGAN

bonsai itu memang indah, indah, indah dan sekali lagi indah, indah, indah. tapi untuk mendapatkan bakalan bonsai tentunya harus penuh perjuangan. pasalnya untuk mendapatkan bakalan bonsai kita harus menelusuri kali, lembah, lereng dan mendaki bukit dan gunung.
beberapa waktu lalu, saya dengan beberapa orang penghobi menelusiri kali kering di daerah wailiti untuk mendapatkan bakalan bonsai. dan alhasil kami mendapatkan bakalan bonsai itu dan semuanya bagus - bagus.
aneka jenis tanaman yang kami dapatkan untuk menjadikannya bonsai. salah satunya adalah sejenis tanaman yang mirip kemuning. tanaman ini memiliki bentuk dan model batang yang menarik untuk di jadikan bonsai.
batang berwarna putih dengan kulit yang mudah dikelupas, tua dan kokoh jika ditanam dalam pot yang ceper dan bulat. indah sekali....
liat digambar pa John Xaverius sedang membersihkan akar dan ranting bakalan bonsai....
TEKNIK BONSAI

a. pemotongan dan pemangkasan
prinsipnya, pemotongan dan pemangkasan dilakukan hingga lukanya rata dengan permukaan pangkal tumbuhannya. Pemotongan batang atau cabang yang kurang sehat atau pertumbuhannya jelek harus mempertimbangkan pertumbuhan cabang atau lainnya yang sehat. Pertumbuhan bisa diperbanyak dengan cara pemotongan akar mengarah ke samping. agar bentuknya teratur dan penampilannya juga menjadi indah. Ranting yang tidak perlu atau merusak pemandangan bisa dibuang dan gunakan imajinasi dalam memangkasnya
b. pengawatan
Bertujuan membentuk batang, cabang, dan ranting agar tumbuh sesuai dengan arah yang diinginkan. Pengawatan harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan terlalu kencang, tetapi jangan terlalu longgar.
PEMBUKAAN KAWAT
Bisa dilakukan setelah kawat tampak tenggelam atau masuk ke dalam batang, cabang, atau ranting bonsai. Dilakukan dengan hati-hati mengikuti arah lilitannya dan harus diusahakan tidak sampai tidak menyebabkan luka
c. posisi bonsai di pot
Posisi yang sempurna ditentukan oleh letak tanaman di pot yang digunakan. Posisi bonsai tergantung pada gaya yang digunakan. Jadi, bonsai tidak harus ditanam ditengah-tengah pot. Dipot persegi panjang, lonjong, atau oval, atau pot memanjang, tanaman bisa diletakan dengan jarak sepertiga dari sisi pot.
d. penanaman
Langkah-langkah penanaman bonsai:
• siapkan pot, media tanam, dan bakalan bonsai
• kurangi akar bakalan bonsai agar sesuai dengan ukuran pot
• masukkan sebagian media tanam ke dalam pot
• tanam bakalan dengan posisi tanam yang pas
• masukkan kembali media tanam untuk menguatkan posisi tanam tersebut, kemudian padatkan menggunakan ujung jari dan telapak tangan
• rawat bonsai dengan baik
e. Menciptakan kesan tua
Bonsai akan lebih bagus jika tanaman tersebut diberi kesan tua. Kesan tua ini biasanya ditandai dengan pertumbuhan cabang yang rata-rata merunduk ke bawah dan akar yang menjalar sampai permukaan tanah
A. PENYIRAMAN
Pada musim kemarau bonsai sebaiknya disiram setiap hari, pada pagi dan sore hari. Air untuk penyiraman harus air jernih, bersih, tidak berbau, dan bebas garam. Penyiraman dilakukan dengan dua cara. Pertama, menyiramkan air secara langsung kepada media tanam. Kedua, mencelupkan pot bersana media tanamnya kedalam air hingga air dapat meresap dan media tanam basah benar.
B. PEMUPUKAN
Harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Frekuensi pemupukan yang disarankan adalah sebulan sekali dengan pupuk yang digunakan NPK dan urea. Pupuk daun juga bisa diberikan sebulan tiga kali.
C. PENYIANGAN DAN PEMANGKASAN
Penyiangan dilakukan setiap hari. Terutama jika terlihat adanya gulma (tanaman liar) di media tanam. Untuk menghindari gulma disarankan untuk memberi lumut di permukaan media tanam. Lumut berwarna hijau sekaligus berfungsi sebagai indicator kelembapan. Pemangkasan batang, cabang, ranting, dan daun bonsai dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan. Disesuaikan dengan kebutuhan atau sesuai dengan kondisi bonsai itu sendiri. Jika pertumbuhan bonsai jenis tanaman yang cepat, pemangkasan dilakukan sebulan sekali. Jika bonsai tanaman yang pertumbuhannya lambat, pemangkasan cukup dilakukan 2-3 bukan sekali
D. PEMBUKAAN KAWAT
Bisa dilakukan setelah kawat tampak tenggelam atau masuk ke dalam batang, cabang, atau ranting bonsai. Dilakukan dengan hati-hati mengikuti arah lilitannya dan harus diusahakan tidak sampai tidak menyebabkan luka.
E. REPOTTING
a. pengganti media tanam dan pemangkasan akar
Harus dilakukan jika akar telah tumbuh padat. Biasanya pada saat bonsai berumus enam bulan atau satu tahun sejak pembuatan.caranya, bonsai dilepaskan dari potnya, kemudian separuh dari media tanam yang menenpel pada perakaran dibuang dan separuhnya dibiarkan tetap menempel
b. pengganti dan perubahan tata letak pot bonsai
Dilakukan pada saat penggantian media tanam. Sama dengan penggantian media tanam,jika bonsai sudah semakin membesar dan akarnya memenuhi pot. Idealnya dua kali penggantian media tanam. . Diupayakan agar pada waktu mengganti pot, tidak mengganggu sistem perakaran dan hindari pemotongan akar. Repotting dilakukan pada awal kemarau, untuk menghindari akar menjadi busuk karena setiap pengangkatan akar, biasanya akan meninggalkan luka kecil dan bisa menjadi infeksi kalau kena air.
Faktor pendukung
menjaga factor-faktor berikut dapat membuat bonsai anda normal dan tumbuh sehat :
Cahaya: Bonsai membutuhkan cahaya konstan yang terang.baiknya bonsai diletakkan di tempat yang tidak terlalu terik terkena cahaya matahari.seperti dibawah pohon besar atau diambang jendela. dimusim penghujan yang cahayanya kurang.dapat ditambahkan dengan lampu khusus yang tersedia dipusat tanaman .
Suhu: Pada musim dingin, memelihara tanaman bonsai dari windowsills dan langsung dari sumber panas seperti radiators. Selama musim dingin, jika bonsai tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan, minimum suhu 50 ° F (10 ° C) akan berlaku. Selama musim berkembang, sebagian besar bonsai memerlukan suhu dari 60 hingga 70 ° F (15 sampai 21 ° C).
Pot Bonsai: Pot harus memiliki satu atau lebih lubang drainase di bawahnya dan mungkin juga memiliki beberapa lubang kecil untuk mengikat pohon di pot tersebut.
Potting kompos: Pemberian kompos dalam jumlah yang seimbang antara pasir dan lumut agar tanah didalam pot tidak terlalu basah namun akan terdeteksi kurangnya air dari lumut yang kering.
Air dan kelembaban: Bonsai harus terus dipelihara lembab, terutama tetapi tidak boleh terlalau banyak air. Hal ini akan memblokir aliran udara melalui kompos dan sebagainya membahayakan kesehatan tanaman.cek kondisi tanaman di pagi hari, untuk mencegah penyakit seperti jamur.
Pupuk: seimbang dengan pupuk setiap tiga sampai empat bulan Gunakan tinggi kalium karbonat pakan dari pertengahan musim gugur hingga pertengahan musim dingin. Tidak berlaku pupuk dari pertengahan musim dingin hingga pertengahan musim semi
Perawatan perkakas bonsai anda.
Beberapa hal yang mungkin untuk mendapatkan perawatan dan pemeliharaan alat-alat Anda. Ingat Anda memiliki investasi yang signifikan dalam perangkat Anda, beberapa menit setelah menggunakanmereka harus segara dibersihkan.
1. WD40: spray ini menyapu bersih getah pohon dan sebagainya dan biasanya digunakan untuk mencegah karat.
2. Alkohol: disarankan untuk mensterilkan alat Anda setelah digunakan disetiap pohon. Saya menemukan bahwa lebih sedikit. Bersihkan dengan alkohol dan menindaklanjuti dengan WD40.
3. Lighter Fluid: Gunakan untuk membersihkan getah apapun yang menempel ke perangkat. Nail polish remover tampaknya baik untuk digunakan .
4. Honing Stones: tajamkan selalu pisau potong anda apabila sudah terlalu tumpul .Dalam hal ini jika Anda merasa tidak nyaman dalam menanggulangi pekerjaan ini, bawa ke profesional. Pembersihan alat dengan baik akan menyembuhkan luka tanaman lebih cepat.
5. Gun Biru: The Black alat Jepang telah dirawat dengan bluing pada proses meniru. Tidak ada cara yang bisa kita ulangi proses ini, tapi senapan biru yang kedua adalah hal yang terbaik.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Cara yang paling mudah untuk mengendalikan hama dan penyakit bonsai adalah dengan perawatan dan pengamatan secara teratur.Mmeskipun demikian ,kalau serangan tetap terjadi perlu dilakukan upaya penanggulangan sebagai berikut .
Bila ternyata tanaman tetap sakit walau perawatan dan pemeliharaan sudah betul,maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa dengan teliti jenis tanaman .bila tak ada tanda2 serangan didaun kita juga perlu melihat akar ,bila penam pilan akar masih kuat dan ujung akar masih berwarna putih berarti fungsi akar masih baik
Namun bila akar berwarna kecoklatan dan berubah bentuk,bisa dipastikan ada hama atau penyakit yang menyerang .
Adapun hama dan penyakit yang biasa menyerang bonsai adalah sebagai berikut :
A.aphis
Serangga ini biasa terlihat bibawah daun mengumpul di tulang atau pucuk daun / tunas daun,pengendalian hama ini cukup mudah dengan cara meyemprotkan air bertekanan tinggi supaya jatuh dan mati,atau dapat pula kita gunakan insektisida ringan.
B.semut
Sebenarnya semut tidak merugikan bonsai secara langsung namun semut muncul bersamaan dengan aphis,dan membantu penyebaran aphis.
C.aphis akar
Aphis ini dapat menyebabkan daun bonsai menjadi layu. Ia merupakan serangga putih kecil yang hidupnya di akar tanaman. Namun jangan salah sebab ada sejenis cendawan yang hidupnya juga diakar, sering berbentuk buntalan-buntalan kecil bening dan umumnya terdapat di akar pohon pinus (Mycorrhiza). Cendawan ini menguntungkan bagi tanaman, sebab ia bersimbiosis mutualisme dengan akar tanaman tersebut.
Hama Aphis akar bisa dikendalikan dengan penyemprotan insektisida yang diinjeksikan langsung ke dalam tanah.
D.KUTU WOL atau KUTU PUTIH
Hama ini biasa dijumpai di batang, dicabang-cabang atau pangkal tangkai daun, dan disepanjang tulangdaun. Bentuknya seperti bola kapas atau wol kecil-kecil. Perlakuan pengendaliannya sama dengan Aphis.
E.KUTU TEMPURUNG atau PERISAI
Koloninya biasanya menempel dipermukaan bawah daun, baik dipohon lunak atau keras. Bentuknya seperti tempurung atau sisik-sisik kecil, umumnya berwarna coklat. Pengendalian bisa dilakukan dengan membuangnya menggunakan tangan, sikat halus atau dengan insektisida sistemik.
F.ULAT DAUN
Hama ini mudah terlihat, dan sering berada tidak jauh dari tanamannya, sehingga penaggulangannya pun lebih mudah. Caranya cukup dengan mengambil ulatnya bila terlihat lalu membunuhnya, atau semprot dengan insektisida secara berkala untuk menghindari serangan.
G.TUNGAU MERAH
Hama ini biasanya menyerang tanaman juniperus, blackpine, bila cuaca lebih kering dari biasanya. Gejala serangan: daun menjadi kekuningan dan pucat. Umumnya ia hanya menyerang bagian-bagian tertentu dari tanaman. Untuk melihatnya, Anda harus meletakkan selembar kertas putih bersih di bawah tajuk, lalu batangnya ditepuk-tepuk supaya hama jatuh. Di atas kertas itu akan terlihat makhluk kecil berwarna merah yang berjalan pelan. Untuk melihat bentuknya secara jelas makhluk itu harus diletakkan dibawah kaca pembesar atau mikroskop.
Perlakuan khusus harus diberikan untuk menaggulangi hama ini, biasanya digunakan Akarisida Sistemik yang sesuai dan dosis yang dianjurkan. Pengendalian secara dini harus dilakukan pada saat periode vegetatif muncul.
H.CACING TANAH
Sebenarnya hewan ini tidak merusak secara langsung tapi kotoran yang dikeluarkannya sangat lengket hingga bisa menyebabkan terganggunya drainase. Jadi hama ini harus dihindari.
I.SIPUT
Hewan ini memakan seluruh bagian tanaman. Pemberantasannya harus dilakukan pagi-pagi benar, sebab aktifitasnya hanya pada malam hari. Namun ia juga bisa dikendalikan dengan cara meletakkan pellet beracun khusus untuknya. Cara lain yang lebih mudah, yaitu memancing kedatangannya dengan meletakan tapai singkong atau ketan diatas permukaan tanah pada malam hari, lalu keesokan paginya siput yang ada di sekitar tapai dibunuh.
J.THRIPS
Serangga ini umumnya menyerang daun tanaman beringin (Ficus benyamina). Daun yang diserangnya akan melipat dan menangkup. Bila tangkupannya dibuka , didalamnya terlihat serangga Thrips itu. Bentuknya seperti jarum-jarum berjalan, bila diganggu kadang bagian belakang tubuhnya (abdomen) mengangkat ke atas.Ukurannya kecil
Selain berbagai jenis seranggga diatas. Hewan peliharaan anda seperti kucing,ayam,anjing,kelinci,dapat mengganggu pertumbuhan bonsai anda,dan yang perlu diingat jauhkan bonsai dari jangkauan anak2. karena anak2 dapat merubah bentuk pengawatan bonsai anda.
SEMOGA BERMANFAAT DAN SELAMAT MENCOBA
(sumber : http://beny2n.blogdetik.com/benny/
