subscribe to RSS

BONSAI, MAHKOTA PINTU RUMAH

Posted by bysikka4u on Rabu, 27 Mei 2009


Rumah merupakan istana tinggal, yang harus dijaga dan didandani dengan baik. Hamparan halaman harus dibentangi dengan karpet permadani rerumputan dan kembang indah, hingga menampakan rumah bak istana megah yang indah dan tidak membosankan. Sampai – sampai seisi rumah tak ingin lama – lama meninggalkan rumah dengan segala keindahan yang ada.
Selain kembang dan rumput, bonsai juga menjadi penghias halaman rumah yang tak kalah menariknya. Tak hanya bunga, bonsai juga menjadi mahkota bagi pintu rumah yang pas untuk dipandang, indah dan menarik. Tapi awas. Gara – gara keindahan halaman rumah, tamu tak akan hentinya berkunjung.
John Xaverius merupakan salah satu orang di Kota Maumere yang menjadikan bonsai sebagai mahkota di pintu rumah. Dengan model rumah panggung yang dekat pantai, bonsai dengan aneka jenis dan bentuk dijejerkan mengelilingi rumah panggung. Sebagian mengikuti anak tangga, sehingga setiap ruang kosong bola mata yang dulu hampa kini terisi dengan bonsai – bonsai.
Ada aneka jenis bonsai yang sedang ditanganinya, mulai beringin, serut, sentigi gunung, cemara, bulir, sentigi duri, sentigi laut, hokian teh dan jenis bonsai lainnya. Tak hanya bonsai bunga dan kembang pun menjadi bagian dari hidupnya. Baik itu anggrek, adenium, eforbia, gelombang cinta, dan lainnya Sedikitnya hampir mencapai seribu bakalan bonsai, bonsai, kembang dan bunga.
Saat berkunjung ke rumahnya yang terletak di belakang bangunan megah milik Bapak Haji Kasim di Wailiti depan PLN Maumere, saya sendiri tercengang seperti terhipnotis oleh bonsai dan bunga kembang yang menjadi koleksinya.
“hobi merawat bunga, saya tekuni sudah setahun terakhir” demikian John Xaverius.
Dikatakannya, semenjak mengenal dunia bonsai dan bunga dirinya menjadi betah berada dirumah. Saat bertugas jauh, dirinya selalu berharap untuk cepat pulang. Teringat pada seisi rumah dan mahkota pintu rumah yang tertata di tangga rumah panggung dan halaman rumah.
“memang tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk hobi bonsainya, tapi kalau memang ada yang berminat untuk membeli, ya saya berani melepasnya asal harganya pas” kata John.
Sebagian bonsai merupakan hasil dari pembelian, namun tidak sedikit bonsai yang merupakan hasil pencariannya dengan para pecinta bonsai lainnya yang ada di Maumere, Kabupaten Sikka. Hari libur merupakan hari yang tepat untuk melakukan petualangan di hutan yang ada di Bumi Tsunami untuk mendapatkan bakalan bonsai. ***

JADIKAN TANAMAN SEBAGAI SAHABAT

Posted by bysikka4u on Senin, 25 Mei 2009


Sahabat senantiasa memberikan motivasi dan kekuatan. Sahabat juga menjadi penghibur saat kita sedih atau lagi berkesusahan. Sahabat tidak harus berasal dari kalangan tertentu, namun tanaman pun bisa menjadi sahabat, penghipur lara yang tak berkesudahan..
Sahabat dari kalangan tanaman, akan menjadi pelipur lara yang takan berkesudahan, tanaman tidak saja menjadi penghibur, namun ia juga memberikan semangat dan kesegaran selain akan menambah keasrian dan keindahan rumah dan halaman yang ada.
Itulah, Farid Ladapase, dengan memanfaatkan halaman rumah yang berukuran 20 meter x 10 meter, beliau senantiasa menjadikan tanaman sebagai sabahat. Siapa saja pasti terkagum saat mendatangi rumah Farid yang juga adalah seorang Pegawai Negeri Sipil.
Halaman depan dihiasi beragam jenis tanaman, mulai dari tanaman terkecil seperti cocor bebek, gelombang cinta hingga Sentigi, beringin dan masih banyak aneka tanaman hias lainnya.
Kegemarannya mengoleksi tanaman hias ini sudah berlangsung dua tahun terakhir. Menurut suami dari Merry Ladapase, tanaman juga menjadi penghilang stress atau keletihan.
“tanaman juga menjadi penghilang stress, atau kepenatan akibat rutinitas kantor maupun aktivitas lainnya.” Jelas Farid.
Pemilik Rumah Bunga ELLANDRY ini, mengakui sangat serius menekuni kegiatan bersahabat dengan bunga, dan tidak sedikit pula “gocek” yang dikeluarkan untuk perawatan tanaman hias miliknya. Untuk alas an inilah Farid juga menyiapkan anakan tanaman hias, bagi yang berminat bisa mendatangi Rumah Bunga ELLANDRY yang berlokasi disamping Barat RSUD dr. T.C. Hillers Maumere.
Dibantu empat anaknya Ellyn Ladapase, Hendra Ladapase, Andre Ladapase dan Indry Ladapase, Bapak kelahiran Ende ini giat mengumpulkan tanaman sebagai sahabat penghibur dan penghias halaman rumah.
"Setiap kali memandangi bunga, saya membayangkan sedang duduk di bawah pohon itu. Rasanya sangat menyejukkan dan alami sekali," kata Farid.
Farid Ladapase juga berencana akan membentuk perkumpulan para pecinta tanaman hias di baik di Sikka maupun di Ende, yang sekali kelak akan mengadakan pameran tanaman hias.***

BONSAI HOKIAN TEA

Posted by bysikka4u on Minggu, 10 Mei 2009


Hokian Tea, jenis tanaman ini juga tumbuh banyak dihutan dan pinggiran kali di Maumere. Orang Maumere, bilang ini tanaman Teh hutan. Ceritanya ini tanaman Tentara Jepang yang bawa ke Maumere dulu waktu mereka datang jajah Indonesia. Biar mereka kala tapi ada teh hutan untuk Maumere.
Teh Hutan, daunnya kecil. Waktu masih baru tumbuh daun warna hijau terang, makin lama makin tua sebelum kuning, dia punya warna hijau gelap dan tampak mengkilap. Bagus sekali kalo ini tanaman kita bikin bonsai.
Teh hutan ini memiliki buah, yang ukurannya lebih besar sedikit dari merica. Berwarna hijau dan kalo sudah matang berwarna kuning kemerahan. Tanaman ini termasuk langka di Kabupaten Sikka, dan biasanya dijadikan tanaman pagar pada halaman rumah.
Tanaman ini senang dijemur sertus persen dibawah matahari, akan tampak layu jika kekurangan air. Daunnya akan mengecil jika terus dipangkas dan mudah ditata mengikuti aluran lekukan yang dibentuk menggunakan kawat. Senang hidup ditempat yang ekstrim.
Sedangkan batangnya berwarna putih tua, keras dan punya kesan unik. Batang dan rantingnya mudah untuk kita bentuk, dia pasti ikut arah lilitan kawat kemana arah kita mau. Mereka di Jawa bilang ini tanaman harganya cukup mahal, apa lagi kalo sudah jadi bonsai.
Di Maumere, harga bonsai belum banyak yang mengerti…. ***

BONSAI PANDAN BALI

Posted by bysikka4u on


Di Kabupaten Sikka pandan bali di kenal dengan sebutan pandan hutan. Tanaman ini pada umumnya tumbuh di daerah yang berbatu, tinggi dan jauh dari laut. Dalam bahasa daerah, pandan hutan ini dinamakan Ruh atau Roh. Oleh masyarakat setempat, daun pandan hutan ini menghasilkan beberapa karya kerajinan tangan. Antara lain tikar / alas tidur.
Tanaman ini kini termasuk langka di Kabupaten Sikka. hidup di tempat yang ekstrim yang ada di wilayah Kecamatan Bola, Kecamatan Doreng dan Kecamatan Mapitara.
Tinggi padan bali, terendahnya : 1 m dan tertingginya bisa mencapai 6 meter. Keuntungan lain dari menanam pandan bali, Anda tak perlu repot merawatnya. Oleh karena habitat aslinya di hutan, sudah pasti tanaman ini termasuk jenis yang mudah dirawat, tahan cuaca, dan gampang didapat.
Media tanam yang baik adalah tanah gembur, baik di dalam pot maupun tanah. Jika ingin menanamnya di dalam pot, pilih pot berdiameter sedang, sehingga ketika tanaman bertambah tinggi dan tajuknya makin membesar, ukuran pot dengan tanaman akan tampak seimbang.
Pemangkasan pun hanya perlu dilakukan dengan cara membuang daun-daun di bagian bawahnya saja agar tumbuh daun baru pada pucuknya. Penyiraman cukup 1 kali sehari dengan pemberian pupuk NPK 1-3 bulan sekali. Pandan bali juga menyukai panas yang cukup.
Jadi, tunggu apa lagi? Hanya dengan menanam 1 pandan bali saja, tampilan halaman depan rumah sudah berubah menjadi cantik dan asri.

INFO LAIN PANDAN BALI
Nama latin : Pandanus tectona
Bentuk daun : memanjang dan menyerupai pedang, menjuntai, ¬berwarna ¬hijau tua
Batang : berkayu
Pemeliharaan : penyiraman 1 kali sehari, cahaya sedang, tahan di segala cuaca dan iklim,pemupukan 1-3 bulan sekali (NPK), Pemangkasan dengan cara membuang daun di ¬bagian bawah
Perbanyakan : stek batang atau biji
Fungsi : focal point, buffer, filter polusi dan debu, estetika, tanaman hias dalam pot di dalam dan luar ruang_***(dariberbagaisumber)

BONSAI MAUMERE

Posted by bysikka4u on Selasa, 05 Mei 2009


Menurut cerita, bonsai mulai dikenal di Kabupaten Sikka pada abad 20. Ketika itu pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, namun bonsai kala itu lebih di dominasi tanaman beringin. Pasalnya, Kabupaten Sikka dengan beringin sebagai tanaman yang paling gampang dibuat bonsai.

Baru sekitar 30 an tahun belakangan ini, bonsai di Kabupaten Sikka mulai lebih dikembangkan lagi dengan jenis tanaman lokal lainnya. Seperti asam, sentigi, dan jenis tanaman lainnya.

Saat ini di Kabupaten Sikka sudah ada banyak orang yang mulai menekuni seni tanaman kerdil, bonsai. Walau hanya dengan bekal pengetahuan tentang bonsai yang seadanya, namun menekuni bonsai tetap dilakoni.

Yang namanya hobi dengan rasa ingin tahu yang tinggi, tentunya tidak dapat terbendungi lagi oleh siapa dan apapun. Menggali informasi dari kalangan masyarakat petani perihal menanam bakalan bonsai yang diambil menjadi langka awal para hobbis. Selanjutnya mulai menggali informasi dari buku yang ditulis para pakar bonsai dan dari internet. Serta di antara para pencinta bonsai yang ada di Sikka mulai saling berbagi informasi tentang bonsai.

Coba – coba merupakan teknik belajar yang paling seirng dilakukan para pecinta bonsai di Kabupaten Sikka. Resiko dari dari metode belajar coba – coba ini adalah banyaknya bakalan bonsai yang bagus dan unik jadi korban, mati.

Di Maumere Kabupaten Sikka dan di NTT umumnya, ada banyak tanaman yang bisa dijadikan bonsai. Antara lain ; asam, beringin, serut, murbei, sentigi, kelapa, enau, palma, rimba, sarang semut, kamboja, bakau, delima, pandan hutan (pandan bali), teh hutan (hokian tea) dan masih banyak lainnya.

Harga bonsai di Maumere masih relative belum ada harga pasaran yang jelas, walau demikian sudah banyak bonsai para hobbis yang laku terjual. Harga yang ada berkisar dari Rp. 25.000 hingga jutaan rupiah, tergantung pada besar kecilnya. Bukan pada model dan bentuk bonsai seperti yang berlaku di NTB. Bali dan Jawa.

Padahal kalau dilihat dari model dan bentuknya, bonsai yang ada di Maumere tidak kalah bersaingnya dengan model – model bonsai yang ada di NTB, Bali dan Jawa. Yang kalah dari para pebonsai Maumere adalah pengetahuan soal bonsai. Itu saja.

Selain masalah harga, yang juga memrihatinkan adalah penggunaan media pot untuk bonsai yang kurang bahkan tidak seimbang sama sekali. Sehingga terlihat menarik tapi tidak sesuai antara pot dan bonsai.

Di Maumere dikenal dengan istilah asal tanam, maksudnya bakalan bonsai ditanam begitu saja di media pot dari ember dan baskom bekas, itulah sebabnya sehingga ada kesan ketidakseimbangan antara pot dan bonsai yang di tanam.

Namun demikian, para pembonsai yang ada di Sikka tetap optimis dan sangat yakin bahwa suatu saat bonsai dari Maumere akan masuk dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.****

BONSAI SENTIGI

Posted by bysikka4u on Rabu, 29 April 2009


Sentigi merupakan jenis tanaman yang saat ini paling diincar para pemburu hobbis, bonsai. Karena mempunyao harga jual yang sangat mahal. Pasalnya tanamani ini menjadi bonsai terindah karena memiliki daun yang kecil, berbatang keras dan memiliki keindahan tersendiri untuk di jadikan bonsai. Di Wilayah Jawa dan Bali harga bonsai sangat mahal, bahkan ada para penggila bonsai mampu membelinya dengan harga yang sebanding dengan harga mobil mewah yang ada.
Di Kabupaten Sikka tanaman ini senantiasa hidup di lingkungan yang kering dan benar – benar ekstrim. Seperti menempel di batu karang, di pasir tanah yang kering dan selalu tersengat panas matahari.
Sentigi di Sikka ada dua jenis, berbatang putih dan coklat kehitaman. Namun dua jenis sentigi ini memiliki kemiripan pada daun, cara dan lingkungan dimana dia harus hidup.
Pemana, sebuah pulau yang ada di Gugusan Pulau Teluk Maumere merupakan surga sentigi. Pasalnya di wilayah pantai pulau ini sentigi tumbuh subur dan eloknya di atas karang dan pasir. Namun sentigi diwilayah ini sangat dilindungi masyarakat karena bagi Pemana sentigi merupakan benteng pertahanan dari serangan gelombang laut dan tsunamai. Tak hanya di Pemana, sentigi juga tumbuh di wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Sikka.
Bagi pelaut yang ada di Sikka, sentigi merupakan tanaman yang memiliki magic. Karena mampu mengusir hantu laut maupun roh jahat lainnya yang ada di laut. Sehingga tidak heran jika tanaman keras ini senantiasa di bawa para pelaut saat melaut, sebagai Palu Sentigi.
“ ketika hantu laut datang, kita hanya berteriak palu sentigi, palu sentigi, palu sentigi, palu sentigi. Setan itu pun pasti hilang” cerita para pelaut di Pemana.
Selain sebagai palu pengusir setan, sentigi juga diincara kalangan atas sebagai penjaga rumah, tongkat, manik – manik maupun arca dan hiasan lainnya yang mampu menarik minat kolektor, yang akan menjadikan sentigi sebagai penjaga rumah.***

BONSAI SARANG SEMUT

Posted by bysikka4u on Selasa, 28 April 2009


Sarang semut merupakan jenis tanaman langka di Indonesia. Tanaman ini biasa hidup pada tempat dan pohon yang rimbun dan teduh. Mampu bertahan hidup ditempat kering diatas dahan maupn cabang kayu.
Sarang Semut bagus untuk dijadikan bonsai. Pasalnya, sarang semut memiliki umbi yang besar. Dengan daun yang sedikt lebar dan agak panjang berwarna hijau terang. Apalagi ditanam dalam pot ceper dengan menggunakan media tanam sekam bakar semata.
Dinamai sarang semut karena karena umbinya menjadi sarang semut. Di Irian sarang semut dimanfaatkan sebagai ramuan obat bagi kesehatan manusia.
Tidak hanya di Irian Jaya, Sarang semut pun terdapat di Hutan Kabupaten Sikka. Tumbuh menempel pada tanaman pohon, baik yang ada di tengah hutan maupun di kebun milik warga. Warga Sikka sendiri tidak mengetahui apa sebutan sarang semut dalam bahasa daerah. Yang mereka ketahui bahwa tanaman ini masuk dalam kategori jenis tanaman anggrek.

Beda dengan di Irian, di Kabupaten Sikka tanaman ini tidak dimanfaatkan sebagai minuman obat tradisinal. Padahal tanaman ini memiliki khasiat yang mampu menyembuhkan penyakit. Seperti kanker, maag, gangguan fungsi ginjal dlsbg.

Dengan informasi yang diperoleh dari orang Sikka yang pernah tinggal di Irian dan Ambon. Lantas orang di Sikka saat ini mulai berburu sarang semut untuk dijadikan ramuan obat tradisional.

Khasiat Sarang Semut
Dr Ir M. Ahkam Subroto, M.App. Sc, Peneliti Utama, LIPI Cibinong Science Center
Secara empiris Sarang Semut telah terbukti dapat meyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migren, rematik dan leukemia. Mengenai mekanisme kerja kandungan senyawa aktif Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.
• Kanker dan tumor. Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan Sarang Semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut. Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
• Gangguan jantung, terutama jantung koroner. Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut, terutama kalsium dan kalium.
• Stroke ringan maupun berat. Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.
• Ambeien (wasir). Kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.
• Benjolan-benjolan dalam payudara. Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut.
• Gangguan fungsi ginjal dan prostat. Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam Sarang Semut.
• Haid dan keputihan. Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.
• Melancarkan peredaran darah. Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.
• Migren (sakit kepala sebelah). Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam Sarang Semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.
• Penyakit paru-paru (TBC). Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut yang berfungsi sebagai antivirus.]
• Rematik (encok). Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.
• Gangguan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin. Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.
• Sakit maag. Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut sebagai antibakteri

Secara tradisional masyarakat mengolah sarang semut dengan merebus dalam air mendidih. Setelah dingin, mereka menyaring sebelum mengkonsumsinya. Bahan baku sarang semut berupa potongan-potongan segar atau kering, bisa pula bubuk kering. Jadi senyawa-senyawa kimia dalam sarang semut yang memiliki aktivitas farmakologi bisa dipastikan adalah senyawa-senyawa yang larut dalam air.
Sarang semut mengandung senyawa aktif yang relatif sama dengan dekoktum (air rebusan) bubuk sarang semut. Artinya pada masing-masing dosis anjuran, keduanya memiliki keamanan dan khasiat yang relatif sama. Perbedaannya? Dari segi harga, bubuk lebih ekonomis karena diperlukan investasi lebih besar untuk memproduksi kapsul. Dari sisi penyerapan, bubuk lebih cepat karena perlu waktu ekstra untuk menghancurkan selongsong kapsul di dalam sistem pencernaan.
Sebaliknya, karena terlindungi oleh selongsong kapsul, beberapa senyawa aktif yang labil (mudah terurai) dapat terlindungi dari degradasi di dalam lambung. Kapsul lebih banyak dipilih oleh mereka yang tidak menyukai rasa dan aroma jamu-identik dengan pahit, amis, dan apak. Mereka yang sibuk, mobilitas tinggi, dan ingin meningkatkan vitalitas serta menjaga kebugaran juga memilih kapsul. Begitu pun konsumen yang pencernaan bermasalah, gangguan fungsi hati, dan ginjal.
Segelas dekoktum sarang semut atau 200 ml memiliki kandungan ekstrak air setara 2 kapsul ekstrak air sarang semut (2 x 500 mg). Mereka yang memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal, tentu lebih baik mengkonsumsi kapsul ketimbang bubuk sehingga kerja hati dan ginjal tidak berat. Pilihan kapsul ketimbang bubuk sering pula karena alasan ketepatan dosis. Dosis secara tepat terukur, misalnya bila minum 2 kapsul masing-masing 500 mg secara pasti kita mendapatkan khasiat yang setara dengan 1.000 mg ekstrak.
Bandingkan dengan segelas dekoktum bubuk yang takarannya tidak akurat (hanya dengan sendok makan). Selain itu, perbandingan bubuk dan air serta lama perebusan juga hanya kira-kira. Akibatnya kandungan senyawa aktif dalam ekstrak air, juga bisa berbeda-beda. Kapsul memiliki masa simpan relatif lama, minimal 3 tahun, sulit dipalsukan karena dalam pembuatannya diperlukan peralatan dan modal besar. Kelebihan kapsul lain adalah lebih higienis karena menggunakan peralatan modern dan lebih murni lantaran dalam ekstrak tidak terdapat bahan-bahan yang tidak larut dalam air, kecuali bahan pengisi yang sengaja ditambahkan.
Bubuk sarang semut memiliki keunggulan lain yang tidak dipunyai oleh kapsul: sebagai minuman kesehatan yang menyegarkan. Tentu setelah ditambahkan pemanis dan bahan lain untuk meningkatkan vitalitas dan menjaga kebugaran. Bagi kalangan tertentu seperti kaum lanjut usia, minum jamu identik rebusan simplisia yang pahit. Mereka menganggap minum kapsul kurang mantap dan 'menyalahi' ritual tradisional. Sugesti seperti itu jamak kita temukan di masyarakat Indonesia. Akibatnya bila mereka dipaksa minum kapsul, kondisi kesehatan tak membaik. Jadi jangan dipaksa mereka untuk menjadi lebih modern dengan minum kapsul. Percaya atau tidak, sugesti memiliki peran penting dalam kesembuhan suatu penyakit seseorang.
Untuk penyakit-penyakit tertentu, konsumen sebaiknya menggunakan kedua sediaan bubuk dan kapsul secara bersamaan. Misalnya untuk pengobatan rematik, kapsul diminum untuk meredakan rasa nyeri dan bubuk untuk mengompres bagian luar yang bengkak, meredakan nyeri, dan pembengkakan. Untuk pengobatan tumor atau kanker dengan benjolan di luar, gunakan kapsul untuk pengobatan dari dalam. Sementara bubuk untuk kompres (meredakan rasa nyeri dan pengobatan dari luar). **(dariberbagaisumber)

BONSAI ASAM

Posted by bysikka4u on


Asam merupakan jenis tanaman yang juga memiliki keunikan. Asam dalam bahasa daerah pada umumnya di Kabupaten Sikka disebut dengan Mage. Yang juga berarti sama seperti rasa yang tersimpan pada buah asam.

Jenis tanaman ini adalah jenis tanaman yang juga bernilai ekonomi, yang oleh para indutriawan dijadikan produk kosmetik, bumbu rasa maupun produk lainnya.

Dari cerita orang tua, asam merupakan jenis tanaman yang pernah dibawah para penjajah Belanda dari Pulau Jawa. Namun sesampainya di Kabupaten Sikka, ternyata asam banyak tumbuh lair di Sikka. Dan jenis tanaman ini dimanfaatkan warga kala itu untuk bumbu masakan.

Asam lokal di Kabupaten Sikka mampu bertahan hidup dimana saja. Ciri tanaman ini berdaun kecil yang tumbuh pada tangkainya yang terdapat pada ranting dan dahan, daunnya yang juga terasa asam bila dimakan.

Buah asam berwarna coklat, isi dagingnya berwarna coklat hitam dan berbentuk seperti pasta. Biji dalam buahnya berwarna hitam.

Asam dialam bebas tingginya bisa mencapai puluhan, bentuk batangnya tergantung pada arah pertumbuhannya. Berwarna coklat kehitaman sehingga terkesan tua dan pada kulitnya terlihat pecah – pecah atau retak.

Sehingga juga memiliki keunikan yang luar bisa jika dijadikan bonsai. Atau tanaman kerdil yang ada dalam pot sesuai ukuran tinggi dan diameter bakalan bonsai.***